Posts

Postingan Terbaru

Epistemologi Irfani: Dominasi Intuisi dan Mistisisme

Image
Grobogan - Epistemologi Irfani: Dominasi Intuisi dan Mistisisme - Autiya Nila Agustina -  Dalam tradisi intelektual Islam, epistemologi (nazariyyat al-maā€˜rifah) berperan penting dalam membentuk cara berpikir umat Islam. Salah satu model epistemologi yang dianalisis oleh M. Abid al-Jabiri adalah epistemologi Irfani, yang menekankan intuisi, mistisisme, dan pengalaman spiritual sebagai sumber utama pengetahuan. Model ini berkembang terutama dalam tradisi tasawuf dan filsafat iluminasi (isyraq), di mana kebenaran tidak hanya diperoleh melalui rasionalitas atau teks wahyu, tetapi juga melalui penyaksian batin dan pengalaman mistik individu. 1. Konsep Dasar Epistemologi Irfani Epistemologi Irfani berasal dari kata ā€˜irfan (Ų¹Ų±ŁŲ§Ł†) yang berarti "pengetahuan intuitif" atau "makrifat." Dalam konteks pemikiran Islam, ā€˜irfan merujuk pada pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman spiritual, penyucian diri, dan hubungan langsung dengan realitas metafisik. Berbeda dengan epistem...

Ziarah Kubur Setelah Sholat Ied: Tradisi dan Hukumnya dalam Islam

Image
Grobogan - Ziarah Kubur Setelah Sholat Ied: Tradisi dan Hukumnya dalam Islam - Autiya Nila Agustina -  Ziarah kubur setelah sholat Ied merupakan tradisi yang banyak dilakukan oleh umat Islam di berbagai daerah, terutama di Indonesia. Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri atau Idul Adha, banyak keluarga berbondong-bondong mengunjungi makam orang tua, saudara, atau kerabat yang telah meninggal dunia. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan keluarga yang masih hidup, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang ke rahmatullah. Sumber Foto: Mbak Aini dari Pati  Makna dan Manfaat Ziarah Kubur Ziarah kubur memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam. Selain sebagai bentuk penghormatan, ziarah kubur juga mengingatkan manusia akan kefanaan dunia dan kehidupan akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Dulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ia dapat mengingatkan kalian kepada akhirat." ...

Transformasi Living Hadis di Era Digital: Algoritma, Bias, dan Hoaks

Image
  Grobogan - Autiya Nila Agustina - Transformasi Living Hadis di Era Digital: Algoritma, Bias, dan Hoaks - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyebaran dan pemahaman hadis. Konsep Living Hadis, yang mengacu pada bagaimana hadis dipraktikkan dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari, kini mengalami transformasi signifikan di era digital. Media sosial, algoritma, serta kemudahan akses informasi menjadikan hadis lebih mudah diakses, tetapi juga lebih rentan terhadap distorsi dan penyalahgunaan. Artikel ini akan membahas bagaimana algoritma dan bias berperan dalam penyebaran hadis serta tantangan hoaks dan distorsi hadis yang semakin marak di dunia digital. Algoritma dan Bias dalam Penyebaran Living Hadis Di era digital, media sosial dan platform berbasis algoritma memainkan peran besar dalam menentukan informasi yang lebih banyak disebarluaskan. Dalam konteks Living Hadis, algoritma ini bekerja berdasarkan engagement (...

Transformasi Living Hadis di Era Digital

Grobogan - Autiya Nila Agustina - Transformasi Living Hadis di Era Digital -  Di era digital saat ini, hadis tidak hanya dipelajari melalui kitab-kitab klasik atau kajian langsung dengan ulama, tetapi juga tersebar luas melalui berbagai platform digital. Proses ini dikenal sebagai Living Hadis, di mana hadis terus hidup, berkembang, dan diinterpretasikan dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim. Namun, digitalisasi juga membawa berbagai tantangan, terutama terkait autentisitas, penyebaran informasi, dan pemanfaatan teknologi dalam studi hadis. Digitalisasi Hadis dan Tantangan Autentisitas Kemajuan teknologi telah memungkinkan koleksi hadis dikompilasi dalam bentuk digital, baik melalui aplikasi, situs web, maupun database daring. Digitalisasi ini mempermudah akses bagi umat Muslim untuk mempelajari hadis kapan saja dan di mana saja. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana memastikan keaslian dan validitas hadis yang beredar di dunia digital. Banyak hadis yang tersebar tanpa menye...

Tradisi Sesajen dalam Budaya Jawa

 Tradisi Sesajen dalam Budaya Jawa 1. Pengertian dan Makna Sesajen Sesajen merupakan salah satu bentuk persembahan dalam budaya Jawa yang berisi berbagai macam makanan, bunga, dan benda-benda simbolis yang disusun secara khusus. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, sesajen memiliki makna sebagai wujud penghormatan kepada leluhur, roh penjaga tempat, serta simbol keseimbangan antara manusia dan alam. 2. Jenis-Jenis Sesajen dalam Budaya Jawa Tradisi sesajen di Jawa sangat beragam, tergantung pada tujuan dan tempat pelaksanaannya. Beberapa jenis sesajen yang umum ditemukan antara lain: Sesajen Selametan: Digunakan dalam acara syukuran seperti kelahiran, pernikahan, dan panen. Sesajen di Tempat Keramat: Ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu seperti pohon besar, mata air, atau gua yang dianggap memiliki kekuatan spiritual. Sesajen Ruwatan: Dipakai dalam ritual ruwatan untuk membersihkan seseorang dari nasib buruk atau energi negatif. Sesajen untuk Laut dan Gunung: Biasanya dilakukan dalam...

Hukum Anak Kecil Adzan Magrib dalam Islam: Pandangan Hadis dan Praktik di Zaman Rasulullah SAW

Grobogan - Hukum Anak Kecil Adzan Magrib dalam Islam: Pandangan Hadis dan Praktik di Zaman Rasulullah SAW-  Adzan merupakan panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat. Biasanya, adzan dikumandangkan oleh seorang muadzin yang memenuhi syarat tertentu, seperti laki-laki yang sudah baligh, berakal, dan memiliki suara yang baik. Namun, bagaimana hukum anak kecil yang mengumandangkan adzan, khususnya pada waktu Magrib? Apakah diperbolehkan dalam Islam? Artikel ini akan mengupasnya berdasarkan hadis dan praktik di zaman Rasulullah SAW. Hukum Anak Kecil Mengumandangkan Adzan Secara umum, para ulama sepakat bahwa adzan adalah syiar Islam yang dianjurkan dilakukan oleh seseorang yang sudah memahami maknanya. Namun, dalam kasus anak kecil yang belum baligh, ulama memiliki pandangan yang lebih fleksibel. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa adzan yang dikumandangkan oleh anak kecil tetap sah jika ia sudah memahami lafal adzan dan mampu mengucapkannya dengan baik. Hal...

Strategi Mengatasi Hambatan dalam Implementasi Deep Learning

Grobogan, Rima Mustajab - Strategi Mengatasi Hambatan dalam Implementasi Deep Learning -  Meskipun deep learning dalam pendidikan memiliki banyak manfaat, implementasinya sering kali menghadapi berbagai tantangan. Beberapa kendala utama meliputi kurangnya kesiapan guru, rendahnya motivasi siswa, keterbatasan teknologi, serta kurikulum yang padat. Untuk memastikan keberhasilan penerapan deep learning, diperlukan strategi yang efektif dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik dan institusi pendidikan: 1. Meningkatkan Kesiapan dan Kompetensi Guru Salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan deep learning adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan mendalam. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan profesional menjadi langkah penting. Workshop, seminar, dan komunitas belajar bagi guru dapat membantu mereka memahami konsep deep learning, menge...