Ular Cicak (Lycodon): Tidak Berbisa, Bukan Pembunuh, Justru Satpam Gratis di Rumah

Sumber Gambar: Facebook

Melihat ular di rumah hampir selalu memicu reaksi yang sama: teriak, lompat, dan refleks cari sapu. Padahal, tidak semua ular datang membawa niat jahat. Salah satu yang paling sering disalahpahami adalah ular cicak, atau dalam dunia ilmiah dikenal sebagai genus Lycodon, yang juga dijuluki Oriental Wolfsnake.

Namanya memang terdengar sangar. “Serigala oriental.” Tapi kenyataannya, ular ini lebih mirip petugas kebersihan malam hari ketimbang monster berbisa. Artikel ini akan membongkar mitos, fakta, dan alasan mengapa ular cicak sebenarnya tidak perlu ditakuti.


Apa Itu Ular Cicak (Lycodon)?

Ular cicak adalah kelompok ular tidak berbisa berbahaya yang banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia. Mereka sering muncul di sekitar rumah, plafon, gudang, atau dapur, terutama di malam hari.

Kenapa? Karena mereka berburu:

  • cicak

  • tokek

  • katak kecil

  • tikus kecil

  • serangga

Singkatnya, ular cicak datang bukan untuk menyerang manusia, tapi untuk makan malam.


Apakah Ular Cicak Berbisa?

Jawaban singkatnya: tidak berbahaya bagi manusia.

Jawaban panjangnya: ular cicak memang memiliki taring, tetapi:

  • bukan taring berbisa mematikan

  • bisanya sangat lemah

  • tidak menimbulkan efek medis serius pada manusia

Secara ilmiah, ular ini tergolong non-venomous atau berbisa sangat lemah dan tidak relevan secara medis bagi manusia.

Kalau digigit?

  • bisa terasa nyeri

  • bisa muncul luka kecil

  • tidak menyebabkan keracunan, pingsan, atau kematian

Jadi, ini bukan ular yang membuat rumah sakit siaga satu.


Tentang Taring Ular Cicak: Panjang Tapi Tidak Mematikan

Salah satu alasan ular cicak sering dianggap berbahaya adalah karena ia memiliki taring cukup panjang, terutama di bagian rahang belakang (rear-fanged).

Fungsinya bukan untuk membunuh manusia, melainkan untuk:

  • melumpuhkan cicak

  • menahan mangsa licin

  • membantu menelan mangsa hidup-hidup

Bisa yang dimilikinya sangat lemah dan hanya efektif untuk hewan kecil. Pada manusia? Hampir tidak berdampak apa-apa selain rasa kaget dan sakit lokal.


Sering Masuk Rumah? Itu Bukan Kebetulan

Ular cicak sering ditemukan di rumah karena rumah manusia adalah surga ekologi kecil:

  • banyak cicak

  • banyak serangga

  • hangat

  • ada celah untuk bersembunyi

Bagi ular cicak, rumah Anda bukan target serangan—tapi restoran all you can eat.

Ironisnya, semakin bersih rumah dari ular cicak, sering kali populasi cicak dan tikus justru meningkat.


Mimikri: Kenapa Ular Cicak Sering Disangka Ular Berbisa?

Beberapa jenis ular cicak, seperti Lycodon subcinctus (ular cicak belang), memiliki pola tubuh yang mirip dengan ular berbisa seperti ular weling.

Ini disebut mimikri, strategi bertahan hidup dengan cara:

“Kalau aku mirip yang berbahaya, musuh bakal mikir dua kali.”

Padahal:

  • weling = berbisa kuat

  • ular cicak = tidak berbahaya

Sayangnya, manusia sering tertipu oleh tampilan, bukan identitas. Mirip polisi belum tentu polisi, mirip weling belum tentu berbisa.


Perilaku Ular Cicak: Lebih Penakut dari Kita

Ular cicak bukan tipe agresif. Mereka:

  • aktif di malam hari

  • menghindari manusia

  • kabur saat terganggu

Gigitan biasanya terjadi hanya jika:

  • dipegang paksa

  • terjepit

  • terancam

Dengan kata lain, ular cicak menggigit bukan karena galak, tapi karena panik. Sama seperti manusia yang kaget lihat kecoa terbang.


Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Ular Cicak di Rumah?

Tenang dulu. Tidak perlu teriak satu RT.

Langkah bijak:

  • jangan dipukul sembarangan

  • jaga jarak

  • arahkan keluar rumah menggunakan sapu atau tongkat

  • hubungi petugas jika tidak berani

Jika terpaksa memindahkan:

  • gunakan sarung tangan

  • jangan pegang dengan tangan kosong

Ingat, ular cicak bukan musuh. Ia hanya nyasar atau sedang bekerja.


Ular Cicak sebagai “Pembersih Hama” Alami

Dalam ekosistem, ular cicak punya peran penting:

  • mengontrol populasi cicak

  • memangsa tikus kecil

  • menjaga keseimbangan lingkungan

Tanpa mereka, rantai makanan jadi timpang. Jadi, secara tidak langsung, ular cicak membantu manusia tanpa minta gaji, BPJS, atau THR.


Mitos yang Perlu Diluruskan

Beberapa mitos yang sering beredar:

  • “Ular cicak berbahaya” → ❌ Salah

  • “Sekali menggigit bisa mati” → ❌ Salah

  • “Semua ular belang berbisa” → ❌ Salah

Ilmu pengetahuan sudah lama membantah ketakutan berlebihan ini. Yang sering berbahaya justru reaksi panik manusia sendiri.


Kesimpulan: Jangan Takut, Tapi Tetap Hormat

Ular cicak (Lycodon) bukan ular berbisa berbahaya bagi manusia. Ia punya taring, iya. Tapi fungsinya untuk cicak, bukan untuk kita. Ia sering muncul di rumah karena sedang menjalankan tugas alaminya sebagai pengendali hama.

Tak perlu memelihara. Tak perlu memusuhi. Cukup pahami dan bersikap bijak.

Karena di alam, tidak semua yang terlihat menyeramkan itu berbahaya. Kadang, ia hanya salah kamar—dan lapar.

Comments