Kenapa Kita Butuh Dividen? Bukan Soal Kaya Cepat, Tapi Bertahan Lama

 

Banyak orang masuk ke dunia investasi dengan satu harapan besar: cuan cepat. Saham naik, kripto terbang, lalu hidup terasa aman. Masalahnya, strategi yang hanya bergantung pada “hoki” itu rapuh. Sekali salah momentum, semua bisa ambyar. Di sinilah dividen mulai kelihatan penting—bukan sebagai jalan pintas jadi kaya, tapi sebagai cara bertahan hidup secara finansial.

Alasan kenapa kita butuh dividen sebenarnya sederhana: sebagian besar orang tidak sanggup mengandalkan keberuntungan seumur hidup. Kita bisa beruntung di satu fase, tapi hidup ini panjang, dan keberuntungan punya kebiasaan buruk—datang dan pergi tanpa pamit.

Gaji, yang sering dianggap sumber keamanan utama, juga tidak sekuat yang dibayangkan. Banyak orang merasa selama masih bekerja, hidupnya aman. Padahal realitas berkata lain. Industri bisa berubah arah, perusahaan bisa melakukan PHK, teknologi bisa menggantikan peran manusia, dan yang paling jujur: fisik serta energi kita sendiri akan menurun seiring waktu. Gaji bukan kontrak seumur hidup. Ia hanya berlaku selama kita masih “mampu bekerja”.

Di titik ini, dividen mengambil peran yang sering diremehkan. Strategi dividen pada dasarnya membantu kita melakukan satu hal krusial: memindahkan sebagian sumber penghasilan dari tenaga kerja ke aset. Bukan berarti berhenti bekerja, tapi berhenti bergantung sepenuhnya pada kerja.

Ketika seseorang menerima dividen, ia sedang menikmati hasil dari kepemilikan, bukan dari jam kerja. Aset bekerja, sementara pemiliknya tetap bisa bernapas. Jumlahnya mungkin tidak langsung besar, tapi sifatnya konsisten. Dan dalam dunia keuangan pribadi, konsistensi sering kali lebih berharga daripada lonjakan sesaat.

Dividen juga punya efek psikologis yang unik. Ia memberi rasa “dibayar untuk bersabar”. Saat harga saham naik-turun dan emosi ikut terguncang, dividen hadir sebagai pengingat bahwa investasi bukan cuma soal jual-beli, tapi soal kepemilikan jangka panjang. Bahkan ketika pasar sedang lesu, dividen tetap mengalir—pelan, tapi nyata.

Bagi banyak orang, dividen bukan tentang pensiun dini atau hidup mewah. Dividen adalah tentang opsi. Opsi untuk tidak panik ketika kehilangan pekerjaan. Opsi untuk punya napas lebih panjang saat kondisi ekonomi memburuk. Opsi untuk hidup tidak sepenuhnya dikendalikan oleh jam kerja dan slip gaji.

Pada akhirnya, dividen bukan strategi paling glamor. Ia jarang viral, tidak sensasional, dan tidak menjanjikan kaya mendadak. Tapi justru karena itu, ia relevan bagi mayoritas orang. Dividen mengajarkan satu pelajaran penting: dalam hidup yang penuh ketidakpastian, sumber penghasilan yang tenang dan berulang sering kali lebih berharga daripada keberuntungan besar yang datang sekali lalu hilang.

Comments