Sejarah Jakenan di Kabupaten Pati: Dari Kawedanan, Pendidikan, Kesehatan, hingga Warisan Budaya
Pendahuluan
Jakenan adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Letaknya yang berada di bagian selatan Pati menjadikan wilayah ini memiliki peranan penting dalam sejarah pemerintahan lokal, perkembangan pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Jakenan dahulu bukan sekadar kecamatan, melainkan pernah menjadi ibu kota Kawedanan Jakenan pada masa kolonial.
Sebagai ibu kota kawedanan, Jakenan memegang fungsi administratif yang membawahi wilayah yang cukup luas, meliputi Jaken, Jakenan, Pucakwangi, dan Winong. Bekas Gedung Kawedanan Jakenan bahkan masih berdiri hingga kini dan kini difungsikan sebagai Kantor Kecamatan Jakenan.
Selain peran administratifnya, Jakenan juga mencatat sejarah penting dalam bidang pendidikan dengan berdirinya SMP Negeri 1 Jakenan pada tahun 1978 serta dalam bidang kesehatan dengan pendirian Balai Pengobatan tahun 1974 yang berkembang menjadi Puskesmas Jaken. Lebih jauh lagi, kawasan ini juga menyimpan warisan budaya dan sejarah lokal berupa Pesarean dan Punden mBah Djim Djojo Kusuma yang hingga kini masih menjadi pusat kegiatan budaya dan spiritual masyarakat.
Artikel ini akan mengulas sejarah panjang Jakenan dari masa kolonial, perkembangan pendidikan dan kesehatan, hingga kekayaan budaya yang masih lestari.
---
Masa Kolonial dan Kawedanan Jakenan
Jakenan sebagai Ibu Kota Kawedanan
Pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, sistem administrasi wilayah di Jawa dibagi menjadi beberapa tingkatan. Di bawah kabupaten, terdapat satuan administratif bernama kawedanan. Kawedanan dipimpin oleh seorang wedana, yang merupakan perpanjangan tangan bupati di tingkat distrik.
Dalam konteks ini, Jakenan ditetapkan sebagai ibu kota Kawedanan Jakenan, yang membawahi beberapa wilayah, yaitu Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, dan Winong. Penetapan ini tidak terlepas dari posisi strategis Jakenan yang berada di jalur penghubung antara pesisir utara Pati dengan pedalaman Blora dan Grobogan.
Kawedanan Jakenan berfungsi sebagai pusat administrasi, pengawasan keamanan, sekaligus pengendali ekonomi wilayah selatan Kabupaten Pati. Gedung Kawedanan dibangun sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan menjadi simbol penting keberadaan Jakenan sebagai wilayah administratif.
Gedung Kawedanan Jakenan
Bangunan Gedung Kawedanan Jakenan hingga kini masih berdiri kokoh. Meski mengalami renovasi di beberapa bagian, bentuk aslinya masih dapat dikenali sebagai bangunan bergaya kolonial dengan arsitektur khas: tembok tebal, pintu dan jendela besar, serta tata ruang yang luas.
Kini, bangunan tersebut difungsikan sebagai Kantor Kecamatan Jakenan. Namun, di dalamnya masih terdapat jejak sejarah, seperti ruangan yang dahulu digunakan sebagai kantor wedana dan area sekitar gedung yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
---
Perkembangan Pendidikan di Jakenan
Lahirnya SMP Negeri 1 Jakenan
Salah satu tonggak sejarah penting dalam bidang pendidikan di Jakenan adalah berdirinya SMP Negeri 1 Jakenan. Sekolah ini didirikan pada 18 Oktober 1978 di Desa Dukuhmulyo. Peresmian sekolah dilakukan oleh pejabat pemerintah daerah Kabupaten Pati, yang pada saat itu tengah gencar memperluas akses pendidikan menengah pertama di pedesaan.
Pendirian SMP Negeri 1 Jakenan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan sekolah menengah pertama di wilayah selatan Pati. Sebelum berdirinya sekolah ini, banyak anak-anak Jakenan yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP karena harus pergi ke kota Pati atau ke daerah lain.
Seiring berjalannya waktu, SMP Negeri 1 Jakenan berkembang pesat. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekstrakurikuler, seni, dan olahraga. Hingga kini, sekolah ini tetap eksis dan melahirkan banyak lulusan yang berperan dalam pembangunan daerah.
---
Perkembangan Kesehatan di Jakenan
Balai Pengobatan: Cikal Bakal Puskesmas Jaken
Selain pendidikan, bidang kesehatan juga menjadi perhatian di Jakenan. Pada tahun 1974, pemerintah mendirikan sebuah Balai Pengobatan di wilayah Jakenan. Keberadaan Balai Pengobatan ini sangat membantu masyarakat pedesaan yang sebelumnya harus pergi jauh ke kota Pati untuk mendapatkan layanan medis.
Balai Pengobatan tersebut kemudian berkembang dan pada 1983 ditetapkan menjadi Puskesmas Jaken. Dengan status baru ini, layanan kesehatan menjadi lebih lengkap, mencakup rawat jalan, imunisasi, pelayanan ibu dan anak, hingga program kesehatan masyarakat.
Puskesmas Jaken hingga kini masih berfungsi sebagai pusat kesehatan masyarakat bagi warga Kecamatan Jaken dan Jakenan, serta menjadi bagian penting dari sistem kesehatan Kabupaten Pati.
---
Warisan Budaya dan Sejarah Lokal
Selain jejak pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan, Jakenan juga menyimpan kekayaan budaya dan sejarah lokal yang tidak kalah penting.
Pesarean dan Punden mBah Djim Djojo Kusuma
Di dalam kompleks Gedung Kawedanan Jakenan terdapat Pesarean dan Punden mBah Djim Djojo Kusuma, seorang tokoh lokal yang dihormati masyarakat. Mbah Djim dikenal sebagai tokoh spiritual sekaligus pejuang yang membela rakyat pada masa penjajahan.
Hingga kini, pesarean tersebut masih ramai dikunjungi peziarah. Masyarakat percaya bahwa mBah Djim adalah sosok wali lokal yang memiliki jasa besar bagi Jakenan. Selain itu, punden ini juga menjadi pusat kegiatan budaya, terutama saat peringatan hari besar.
Tradisi Peringatan dan Pagelaran Budaya
Setiap tanggal 17 Agustus dan 1 Sura, masyarakat Jakenan rutin mengadakan pagelaran wayang kulit untuk memperingati jasa mBah Djim. Tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi media pelestarian seni budaya Jawa.
Selain itu, terdapat juga peringatan haul mBah Soleman dan tokoh-tokoh lainnya yang memiliki pengaruh besar di wilayah Jakenan.
Legenda Lokal: Kisah Demang Gorok
Jakenan juga menyimpan cerita rakyat yang dikenal dengan legenda Demang Gorok. Kisah ini berasal dari zaman kolonial dan dituturkan secara turun-temurun oleh masyarakat. Meski bercampur antara sejarah dan mitos, legenda Demang Gorok menjadi bagian penting dari identitas budaya Jakenan.
---
Peran Jakenan dalam Identitas Kabupaten Pati
Meski kini “hanya” berstatus sebagai kecamatan, Jakenan tetap memiliki peran penting dalam membentuk identitas Kabupaten Pati.
1. Pusat sejarah pemerintahan
Jakenan pernah menjadi pusat administrasi Kawedanan yang membawahi wilayah luas. Bekas Gedung Kawedanan menjadi saksi sejarah pemerintahan kolonial hingga kini.
2. Basis pendidikan dan kesehatan
Dengan adanya SMP Negeri 1 Jakenan dan Puskesmas Jaken, daerah ini berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
3. Warisan budaya
Keberadaan pesarean, punden, haul tokoh-tokoh, hingga legenda lokal menunjukkan bahwa Jakenan bukan hanya sekadar wilayah administratif, tetapi juga pusat budaya yang masih hidup.
---
Penutup
Sejarah Jakenan mencerminkan perjalanan panjang sebuah wilayah yang pernah berjaya sebagai ibu kota kawedanan, lalu menjadi pusat pendidikan dan kesehatan, sekaligus menyimpan kekayaan budaya yang tetap lestari hingga kini. Dari berdirinya Gedung Kawedanan Jakenan, lahirnya SMP Negeri 1 Jakenan pada 1978, pendirian Balai Pengobatan tahun 1974 yang berkembang menjadi Puskesmas, hingga peringatan budaya di Pesarean mBah Djim Djojo Kusuma, semuanya menunjukkan bahwa Jakenan memiliki identitas sejarah yang kaya.
Kisah Jakenan adalah kisah tentang bagaimana sebuah wilayah kecil mampu menjadi pusat penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik di masa lalu maupun sekarang.
---
Daftar Referensi
1. Arsip Pemerintah Kabupaten Pati, Sejarah Pemerintahan Kawedanan di Pati Selatan, 1985.
2. Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Profil SMP Negeri 1 Jakenan, 1990.
3. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Sejarah Puskesmas di Kabupaten Pati, 2000.
4. Wawancara dengan tokoh masyarakat Jakenan, Bapak Supriyanto (sesepuh Desa Dukuhmulyo), 2022.
5. Sumarsono, Bambang. Administrasi Pemerintahan Jawa pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.
6. Catatan Lisan Masyarakat Jakenan tentang mBah Djim dan Demang Gorok, dihimpun tahun 2019.
Comments