Asal-Usul Desa Sidomukti, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati
Pendahuluan
Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dikenal memiliki banyak desa dengan sejarah panjang yang berakar pada tradisi lisan, naskah babad, dan warisan budaya. Salah satunya adalah Desa Sidomukti, yang berada di wilayah Kecamatan Jaken. Nama Sidomukti sendiri memiliki makna mendalam dalam bahasa Jawa: sido berarti jadi atau terwujud, sementara mukti berarti makmur, sejahtera, dan bahagia.
Di balik nama itu, tersimpan kisah panjang yang tidak sekadar legenda, melainkan bagian dari identitas masyarakat Sidomukti. Sejarah asal-usul desa ini sangat erat kaitannya dengan Padepokan Tunggul Wulung pada masa Kadipaten Paranggarudo. Dari sinilah muncul tokoh-tokoh penting seperti Resi Gupala, Dewi Sinta, Suto Bondho, dan Joko Tani.
Artikel ini mencoba menelusuri sejarah Sidomukti dari berbagai sisi: legenda dan tradisi lisan, asal-usul nama, hingga kaitannya dengan pembangunan modern di bidang pertanian.
---
Padepokan Tunggul Wulung dan Keris Sakti
Resi Gupala, Guru Besar yang Bijaksana
Asal-usul Desa Sidomukti tidak bisa dilepaskan dari keberadaan sebuah perguruan kuno bernama Padepokan Tunggul Wulung. Perguruan ini dipimpin oleh Resi Gupala, seorang resi yang dikenal bijaksana, berbudi luhur, dan dihormati masyarakat.
Resi Gupala memiliki seorang putri cantik bernama Dewi Sinta dan seorang murid setia bernama Suto Bondho. Selain itu, Padepokan Tunggul Wulung menyimpan pusaka sakti berupa keris Tunggul Wulung, yang diyakini mampu memberikan kewibawaan bagi siapa pun yang memilikinya.
Pencurian Keris Tunggul Wulung
Konon, pada suatu hari Resi Gupala pergi ke ladang bersama Dewi Sinta. Sebelum berangkat, ia menitipkan keris Tunggul Wulung kepada muridnya, Suto Bondho. Namun, dua wanita cantik bernama Ambar Sari dan Ambar Wati datang dengan niat mencuri keris. Mereka menyamar sebagai tukang pijat keliling, hingga membuat Suto Bondho lengah.
Ketika Suto Bondho tertidur, kedua wanita itu berhasil membawa lari keris sakti tersebut. Peristiwa ini menandai awal konflik besar dalam kisah asal-usul Sidomukti.
---
Joko Tani dan Lahirnya Sidomukti
Pertemuan Joko Tani dengan Resi Gupala
Saat keris hilang, datanglah seorang pemuda gagah bernama Joko Tani. Ia ingin berguru kepada Resi Gupala. Sang resi kemudian memberikan syarat: Joko Tani akan diterima menjadi murid jika berhasil mengembalikan keris Tunggul Wulung.
Dengan semangat, Joko Tani mengejar pencuri keris. Berbeda dengan Suto Bondho yang kalah dalam pertarungan, Joko Tani berhasil mengambil hati Ambar Sari dan Ambar Wati hingga keris diserahkan kepadanya.
Pernikahan Joko Tani dan Dewi Sinta
Setelah keris dikembalikan, Resi Gupala memenuhi janjinya: ia menerima Joko Tani sebagai murid sekaligus menikahkannya dengan Dewi Sinta. Dalam pernikahan itu, Resi Gupala mendoakan agar keturunan mereka kelak hidup makmur dan sejahtera.
Doa tersebut menjadi dasar penamaan desa: Sidomukti – sebuah harapan agar keturunan Joko Tani dan Dewi Sinta senantiasa mendapat kehidupan yang lebih baik.
---
Dukuh Kemangi dan Dukuh Ngropoh
Sejarah Sidomukti tidak berhenti pada kisah pernikahan Joko Tani dan Dewi Sinta. Dari kehidupan mereka lahirlah kisah penamaan dukuh-dukuh di wilayah tersebut.
1. Dukuh Kemangi
Joko Tani dan Dewi Sinta menyukai ikan lele bakar dengan lalapan daun kemangi. Dari kebiasaan itu, tempat tinggal mereka dinamakan Dukuh Kemangi.
Hingga kini, nama Kemangi masih melekat sebagai bagian dari wilayah Sidomukti.
2. Dukuh Ngropoh
Suto Bondho, yang merasa tersisih, kemudian pergi ke barat dan tinggal di tepi sungai.
Ia sering membakar ubi atau jagung (ngropok) untuk dimakan. Dari kebiasaan itu, tempat tinggalnya dinamakan Dukuh Ngropok, yang lama-kelamaan berubah menjadi Ngropoh.
Kedua dukuh ini memperlihatkan bagaimana kisah personal tokoh-tokoh legenda bertransformasi menjadi identitas geografis yang nyata.
---
Doa Joko Tani dan Bukti Modern
Doa Joko Tani agar anak-cucunya kelak hidup makmur ternyata, menurut masyarakat, dikabulkan oleh Tuhan. Buktinya adalah pembangunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berlokasi di Desa Sidomukti.
Kehadiran lembaga penelitian ini menegaskan peran Sidomukti sebagai wilayah yang penting dalam bidang pertanian. Harapan agar Sidomukti menjadi desa yang makmur dan diperhatikan pemerintah akhirnya benar-benar terwujud.
---
Aspek Budaya dan Spiritual
Danyang Desa
Dalam tradisi Jawa, setiap desa memiliki danyang atau roh pelindung. Di Sidomukti, danyang yang dihormati adalah:
Dewi Sinta sebagai cikal bakal Dukuh Kemangi.
Suto Bondho sebagai cikal bakal Dukuh Ngropoh.
Keduanya dianggap sebagai pelindung desa dan masih diperingati melalui ritual adat hingga kini.
Tradisi Kenduri dan Wayang
Warga Sidomukti kerap mengadakan kenduri desa sebagai wujud syukur atas hasil panen. Selain itu, wayang kulit juga dipentaskan pada acara tertentu, seperti peringatan haul leluhur desa atau perayaan 1 Suro.
---
Analisis Sejarah Sidomukti
Jika dianalisis, sejarah Desa Sidomukti terdiri dari tiga lapisan:
1. Lapisan Legenda
Kisah Resi Gupala, Dewi Sinta, Suto Bondho, dan Joko Tani adalah legenda yang diwariskan secara lisan. Meski sulit diverifikasi, kisah ini memiliki makna simbolik yang kuat.
2. Lapisan Toponimi
Penamaan Dukuh Kemangi dan Ngropoh merupakan contoh nyata bagaimana cerita rakyat membentuk identitas geografis desa.
3. Lapisan Modern
Pembangunan lembaga penelitian pertanian membuktikan doa Joko Tani diwujudkan dalam bentuk nyata. Sidomukti menjadi desa yang dikenal dalam lingkup nasional karena kontribusinya pada sektor pertanian.
---
Penutup
Sejarah asal-usul Desa Sidomukti adalah perpaduan antara legenda, budaya, dan perkembangan modern. Dari Padepokan Tunggul Wulung, kisah pencurian keris sakti, pernikahan Joko Tani dan Dewi Sinta, hingga lahirnya Dukuh Kemangi dan Ngropoh, semuanya membentuk identitas Sidomukti.
Nama “Sidomukti” yang berarti “jadi makmur” bukan sekadar doa leluhur, melainkan realitas yang terwujud dengan hadirnya lembaga pertanian dan kesejahteraan masyarakatnya.
Dengan demikian, Sidomukti bukan hanya sebuah desa biasa, melainkan simbol perjalanan panjang masyarakat Jawa dalam menjaga warisan leluhur sekaligus beradaptasi dengan zaman modern.
---
Referensi
1. Karjanaga Nusantara. Asal-Usul Desa Sidomukti Jaken Pati Jateng. Manuskrip tradisi lisan, 2016.
2. Serat Babad Pathi. Koleksi Perpustakaan Sonobudoyo, Yogyakarta.
3. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pati. Ensiklopedia Sejarah Desa di Kabupaten Pati. Pati, 2005.
4. Wawancara dengan Suparjo (sesepuh Desa Sidomukti), 2021.
5. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Laporan Tahunan Desa Sidomukti sebagai Lokasi Penelitian Pertanian Nasional. Jakarta, 1990.
Comments