Trik Menabung Orang China: Rahasia Finansial yang Bisa Kita Tiru

 

Sumber Gambar: Dreamina AI

Pernah nggak sih kamu mikir, kenapa banyak orang China bisa sukses secara finansial? Dari warung kecil di pinggir jalan sampai bisnis besar, rasanya mereka selalu punya strategi yang bikin usaha jalan terus dan keuangan stabil. Bahkan, ada yang bilang kalau orang China itu lebih pintar mengatur uang daripada mencetak uang.

Padahal kalau dilihat, mereka juga sama seperti kita—kerja keras, bangun pagi, pulang sore, bahkan sering banting tulang lebih berat. Tapi yang bikin beda adalah cara mereka memperlakukan uang. Buat mereka, uang bukan cuma alat belanja, tapi juga alat untuk masa depan. Nah, kebiasaan ini yang bikin banyak keluarga Tionghoa bisa bertahan dan bahkan makin makmur lintas generasi.

Kalau kamu penasaran, yuk kita kupas tuntas trik menabung ala orang China yang bisa banget kita tiru.


1. Hidup Sederhana, Bukan Gaya-Gayaan

Salah satu rahasia terbesar orang China adalah kesederhanaan. Mereka nggak gampang silau sama barang branded atau gaya hidup mewah. Misalnya, punya uang Rp10 juta bukan berarti langsung beli HP terbaru. Lebih baik HP lama dipakai sampai rusak total, sementara uangnya ditabung atau diputar buat bisnis kecil.

Ada pepatah Tionghoa yang bilang: “Orang kaya terlihat miskin, orang miskin terlihat kaya.” Maksudnya, orang yang benar-benar kaya biasanya justru nggak suka pamer. Mereka tahu kalau kekayaan sejati ada di simpanan, bukan di barang konsumtif.

Coba deh bandingkan, kita sering tergoda beli barang baru biar kelihatan keren, padahal akhirnya keuangan bocor halus. Dari sinilah kita bisa belajar: kalau mau stabil secara finansial, jangan gengsi hidup sederhana.


2. Tabungan Didahulukan, Bukan Sisa

Banyak dari kita menabung kalau ada “sisa uang”. Sayangnya, sering kali malah nggak ada sisa karena semua sudah habis dipakai. Nah, orang China punya cara kebalikannya. Begitu dapat gaji atau penghasilan, mereka langsung sisihkan 20–30% untuk tabungan atau investasi. Baru setelah itu kebutuhan sehari-hari diatur dari sisa uang.

Ini ibarat pepatah: “Menabung dulu baru belanja, bukan belanja dulu baru menabung.”

Kalau kamu gajian Rp5 juta misalnya, langsung potong Rp1 juta untuk tabungan. Jangan diutak-atik kecuali keadaan darurat. Lama-lama, tabunganmu bakal numpuk tanpa terasa.


3. Pendidikan Finansial Sejak Dini

Anak-anak Tionghoa biasanya sudah dikenalkan dengan kebiasaan menabung sejak kecil. Contohnya, saat Imlek mereka dapat angpao. Uang itu bukan untuk dihambur-hamburkan, tapi ditabung dalam celengan atau rekening khusus. Dari kecil, mereka diajarkan bahwa uang harus dijaga, bukan dihabiskan sembarangan.

Bayangin, sejak SD mereka udah ngerti konsep menabung, sedangkan banyak dari kita baru sadar pentingnya nabung pas udah kerja. Inilah yang bikin mereka lebih siap secara mental menghadapi kehidupan finansial di masa depan.


4. Investasi: Biar Uang Beranak Pinak

Buat orang China, menabung saja tidak cukup. Kalau uang hanya disimpan di bank, nilainya bisa tergerus inflasi. Karena itu, mereka terbiasa berinvestasi. Bentuknya macam-macam: buka usaha keluarga, beli emas, properti, bahkan saham.

Prinsip mereka sederhana: uang harus bekerja untuk kita, bukan kita yang terus-terusan bekerja untuk uang.

Misalnya, daripada uang Rp50 juta nganggur di rekening, mereka lebih pilih dipakai buka toko kecil. Walau untungnya nggak banyak, setidaknya ada perputaran uang. Dari bisnis kecil, bisa berkembang jadi besar kalau dikelola dengan konsisten.


5. Banyak Sumber Penghasilan

Jarang banget ada orang China yang hanya mengandalkan satu pekerjaan. Kalau kerja kantoran, biasanya ada usaha sampingan, entah buka warung, online shop, atau sewa properti. Filosofinya: jangan taruh semua telur di satu keranjang.

Kalau satu usaha lagi sepi, masih ada sumber penghasilan lain. Jadi keuangan tetap aman. Inilah kenapa banyak orang China bisa bertahan bahkan saat krisis ekonomi.


6. Filosofi Hemat, Bukan Pelit

Banyak yang salah paham, mengira orang China pelit. Padahal bukan. Mereka hanya sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Mereka rela menunda kesenangan kecil demi kesenangan besar di masa depan.

Contoh nyata, banyak keluarga Tionghoa rela tinggal di rumah sederhana dan makan seadanya, tapi bisa menyekolahkan anak sampai kuliah di luar negeri. Jadi, hemat di sini bukan berarti nggak mau keluar uang, tapi tahu prioritas dan tujuan jangka panjang.


7. Komunitas dan Kekerabatan Jadi Modal

Orang China juga kuat dalam hal komunitas. Mereka sering patungan modal usaha bersama keluarga atau teman dekat. Kalau ada yang butuh pinjaman, biasanya saling bantu dulu sebelum pinjam ke bank.

Dengan cara ini, mereka bisa membangun bisnis bersama, memperkuat jaringan, dan sama-sama maju. Jadi selain disiplin pribadi, ada juga kekuatan kolektif yang bikin finansial mereka kokoh.


8. Prinsip “Uang Kecil Jadi Uang Besar”

Orang China sangat menghargai uang kecil. Buat mereka, uang receh pun kalau dikumpulkan bisa jadi banyak. Inilah kenapa mereka rajin menabung bahkan dari nominal kecil.

Ada cerita unik, banyak toko orang Tionghoa menyimpan kaleng bekas untuk menaruh uang koin. Meski terlihat sepele, dalam setahun bisa terkumpul jutaan rupiah. Prinsipnya sederhana: jangan remehkan nilai kecil, karena itulah yang membentuk nilai besar.


9. Belajar dari Kegagalan

Bukan berarti semua orang China selalu berhasil. Banyak juga yang gagal bisnis atau keuangan. Tapi bedanya, mereka selalu belajar dari kegagalan itu. Kalau jatuh, mereka cepat bangkit dan mencoba lagi. Disiplin menabung membuat mereka punya cadangan dana untuk memulai ulang.

Inilah mentalitas yang bikin mereka tahan banting dalam dunia bisnis.


Kesimpulan

Trik menabung ala orang China berputar pada tiga hal: disiplin, kesederhanaan, dan orientasi masa depan. Mereka selalu hidup sederhana, menyisihkan uang lebih dulu, membiasakan anak menabung sejak kecil, berinvestasi, serta menjaga hubungan komunitas. Semua itu membuat mereka mampu menjaga stabilitas finansial lintas generasi.

Kalau kita bisa meniru meskipun pelan-pelan, hasilnya pasti terasa. Jadi, mulai hari ini yuk biasakan diri nabung dulu sebelum belanja, hargai uang kecil, dan jangan gengsi hidup sederhana. Ingat, uang itu bisa jadi sahabat baik, tapi hanya kalau kita tahu cara memperlakukannya.


Comments