Memahami Makna Mendalam dari Surah Ar-Rum Ayat 21

 

Sumber Gambar: Sindo News

Surah Ar-Rum ayat 21 merupakan salah satu ayat yang paling sering dikutip dalam khutbah nikah dan pembahasan tentang keluarga sakinah. Ayat ini berbunyi:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menggarisbawahi bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan biologis atau sosial, melainkan anugerah ilahi yang penuh hikmah. Cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) yang ditanamkan Allah antara pasangan adalah fondasi utama menuju rumah tangga yang sakinah, penuh ketenteraman dan keberkahan.


Tiga Pilar Pernikahan dalam Perspektif Ar-Rum: 21

1. Sakinah (Ketenteraman)

Ketika dua insan bersatu dalam ikatan pernikahan, tujuan utamanya adalah tercapainya sakinah — yaitu ketenangan jiwa dan batin. Pasangan hidup yang baik akan menjadi tempat kembali dari segala lelah dunia, menjadi pelipur lara, dan penguat iman.

2. Mawaddah (Cinta)

Mawaddah adalah bentuk cinta yang kuat dan aktif. Ia bukan hanya perasaan, tapi juga dibuktikan dalam tindakan: perhatian, pengorbanan, kesetiaan, dan kepedulian yang tulus.

3. Rahmah (Kasih Sayang)

Rahmah menjadi tali pengikat saat cinta diuji. Ketika usia bertambah dan romansa meredup, rahmah-lah yang membuat pasangan tetap saling menjaga, saling memahami, dan tetap saling menghormati.


Menjemput Keberkahan dalam Pernikahan

1. Dengan Niat yang Benar

Niat menikah dalam Islam harus karena Allah: untuk menjaga kesucian diri, membangun keluarga yang taat, dan memperkuat dakwah melalui rumah tangga. Niat yang lurus akan menjadi penentu kualitas hubungan jangka panjang.

2. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam rumah tangga. Beliau lembut, sabar, penuh cinta, dan suka membantu istrinya. Meneladani beliau adalah kunci untuk menumbuhkan keberkahan dan kebahagiaan.

3. Menjaga Komunikasi dan Akhlak

Pernikahan yang langgeng dibangun dari komunikasi yang jujur, saling percaya, dan akhlak yang baik. Tidak ada rumah tangga tanpa masalah, namun semua bisa diselesaikan jika akhlak dijadikan dasar penyelesaiannya.


Doa dan Ibadah sebagai Penguat Ikatan

Salah satu upaya menjaga keberkahan dalam pernikahan adalah dengan menjadikan rumah tangga sebagai tempat ibadah. Salat berjamaah, membaca Al-Qur'an bersama, berdoa satu sama lain, dan saling menasihati dalam kebaikan adalah amalan yang akan membuat ikatan semakin kokoh.

Rasulullah SAW bersabda:
"Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari untuk salat, lalu membangunkan istrinya; jika enggan, ia percikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun untuk salat, lalu membangunkan suaminya; jika enggan, ia percikkan air di wajahnya."
(HR. Abu Dawud)


Penutup: Pernikahan adalah Amanah dan Ladang Pahala

Surah Ar-Rum ayat 21 mengingatkan kita bahwa pernikahan adalah tanda kebesaran Allah yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Ia bukan hanya soal cinta, tapi juga tanggung jawab, kesetiaan, dan ibadah.

Setiap pasangan Muslim hendaknya menjadikan rumah tangga sebagai tempat menanam amal saleh dan membangun generasi yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Maka dari itu, mari terus memohon kepada Allah agar rumah tangga kita senantiasa diberkahi, dijaga dari godaan, dan dilimpahi cinta yang diridhai.

Comments