Selain Wanita Muslim, Ternyata 5 Agama Ini Juga Memiliki Tradisi Berkerudung untuk Perempuannya

Selain Wanita Muslim, Ternyata 5 Agama Ini Juga Memiliki Tradisi Berkerudung untuk Perempuannya

Bagi banyak orang, penggunaan kerudung sering kali diasosiasikan dengan wanita Muslim. Namun, ternyata ada beberapa agama lain yang juga memiliki tradisi serupa, di mana perempuan diharuskan atau dianjurkan untuk menutupi kepala mereka dalam situasi tertentu. Berikut adalah lima agama selain Islam yang perempuan pengikutnya juga memakai kerudung kepala:

1. Wanita dari Agama Kristen Ortodoks

Kristen Ortodoks merupakan salah satu cabang Kristen yang sudah ada sejak abad ke-5 Masehi, dengan penganut terbesar di Rusia. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadiri kebaktian di gereja, banyak wanita Kristen Ortodoks mengenakan kerudung yang sangat mirip dengan hijab atau jilbab yang dikenakan oleh wanita Muslim. Penggunaan kerudung ini merupakan bagian dari tradisi lama yang masih dilestarikan hingga kini sebagai simbol kesopanan dan penghormatan.

2. Wanita dari Agama Katolik

Perempuan dalam agama Katolik juga mengenakan kerudung dalam situasi tertentu, terutama saat misa atau berdoa. Namun, tidak semua cabang Katolik mewajibkan pemakaian kerudung. Ada aliran-aliran tertentu dalam Katolik yang mewajibkan penggunaan kerudung sebagai bagian dari devosi pribadi dan untuk menutup aurat sebagai bentuk keimanan. Dalam hal ini, kerudung dilihat sebagai simbol kesopanan dan penghormatan kepada Tuhan.

3. Wanita dari Agama Yahudi

Dalam agama Yahudi, perempuan yang sudah menikah diharuskan untuk menutupi kepala mereka. Ada yang memakai kerudung, tetapi sebagian besar mengenakan cagar, yaitu penutup kepala yang lebih mirip topi atau wig yang menutupi seluruh kepala. Bagi wanita Yahudi yang religius, menutupi kepala merupakan bentuk kesopanan dan ketaatan terhadap hukum agama, yang bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kesucian mereka saat berada di tempat umum.

4. Wanita dari Agama Druze

Druze merupakan agama yang berkembang di Timur Tengah, dengan penganut terbesar berada di Lebanon. Agama ini memiliki banyak pengaruh dari filsafat Yunani, Gnostisisme, dan Kekristenan. Wanita Druze juga memiliki tradisi mengenakan kerudung, terutama karena ajaran agama mereka yang mirip dengan budaya Timur Tengah lainnya. Kerudung ini dipandang sebagai simbol kehormatan dan kerendahan hati, serta bagian dari ajaran yang berakar pada nilai-nilai kesopanan.

5. Wanita dari Agama Zoroaster

Zoroaster, atau yang dikenal juga dengan Majusi, adalah agama kuno yang berasal dari Persia, kini dikenal sebagai Iran. Agama ini didirikan oleh Zarathustra, yang tidak puas dengan ajaran agama-agama yang berkembang di wilayah tersebut. Wanita dalam agama Zoroaster diwajibkan untuk menutup aurat mereka, termasuk kepala, sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran agama yang tertulis dalam kitab suci mereka. Kerudung ini menjadi simbol kesucian dan ketaatan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kesimpulannya, meskipun kerudung sering kali diidentikkan dengan wanita Muslim, tradisi mengenakan penutup kepala juga ditemukan dalam beberapa agama lain. Hal ini mencerminkan nilai kesopanan, kesucian, dan penghormatan terhadap ajaran agama masing-masing.


Comments