Berikut adalah artikel yang menjelaskan beberapa varietas ubi jalar yang paling cocok untuk budidaya:
### Varietas Ubi Jalar yang Paling Cocok untuk Budidaya
Ubi jalar adalah salah satu tanaman pangan yang sangat populer dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan petani. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memilih varietas ubi jalar yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim. Berikut adalah beberapa varietas ubi jalar yang paling cocok untuk budidaya:
### 1. Beta 1
Varietas Beta 1 adalah salah satu varietas ubi jalar yang paling populer dan memiliki potensi hasil 35,7 ton/ha. Umur panen adalah 4-4,5 bulan setelah tanam. Kandungan gula 8 persen, serat 4 persen, dan pati basah 73,25 persen. Tahan terhadap penyakit kudis (\*Sphaceloma batatas*) dan boleng (\*Cylas formicarius*). Varietas ini sangat cocok ditanam pada lahan sawah maupun tegalan[1].
### 2. Beta 2
Varietas Beta 2 adalah hasil pemuliaan tanaman lanjutan dari Beta 1. Kulit pada varietas ini berwarna ungu dan daging umbinya berwarna oranye. Dapat dipanen pada umur 4-4,5 bulan dengan potensi hasil per hektare sebanyak 34,7 ton. Kandungan gula 5 persen, serat 3,5 persen, amilosa 23 persen, dan pati basah 17,8 persen. Mirip seperti Beta 1, varietas Beta 2 juga memiliki ketahanan terhadap penyakit kudis dan boleng[1].
### 3. Antin 2
Varietas Antin 2 dikembangkan pada tahun 2014 dan memiliki potensi hasil sebanyak 37,1 ton/ha. Umur panen dari awal tanam selama 4-4,5 bulan, sangat cocok ditanam pada lahan sawah maupun tegalan. Memiliki ketahanan terhadap boleng dan penyakit kudis. Selain itu, varietas Antin 2 memiliki kandungan antosianin yang tinggi serta memiliki rasa yang enak[1].
### 4. Antin 3
Varietas Antin 3 memiliki potensi hasil yang tidak terlalu banyak yaitu 30,6 ton/ha. Namun, Antin 3 memiliki keunggulan lebih yaitu sangat toleran terhadap lahan kering, sehingga sangat cocok ditanam pada lahan tegalan yang tidak memiliki sumber air. Umur panen tidak jauh berbeda seperti jenis varietas lainnya yakni 4-4,5 bulan setelah tanam[1].
### 5. Cilembu
Varietas Cilembu adalah salah satu varietas ubi jalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Namun, Cilembu juga merupakan salah satu varietas yang peka terhadap serangan hama *Cylas formicarius*. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah manajemen tanaman dengan melakukan paket teknologi budidaya ubi jalar yang meliputi pemupukan, pembalikan batang, penyiangan gulma, pengairan, serta inovasi teknologi pengendalian hama *C. formicarius* dengan menggunakan cendawan entomopatogen *Beauveria bassiana*. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan paket teknologi budidaya yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar varietas Cilembu[2].
### 6. Sukuh, Ayamurasaki, Sawentar, Cangkuang, dan Antin 1
Varietas Sukuh, Ayamurasaki, Sawentar, Cangkuang, dan Antin 1 juga memiliki potensi hasil yang berbeda-beda. Sukuh memiliki potensi hasil 17,20 ton/ha, Ayamurasaki 20,24 kg/10 m2, Sawentar 18,46 kg/10 m2, Cangkuang 8,00 kg/10 m2, dan Antin 1 12,02 kg/10 m2. Varietas ini berbeda dalam kandungan gula, serat, dan pati basah. Namun, semua varietas ini memiliki potensi hasil yang tinggi dan sangat cocok untuk budidaya[3].
Dengan memilih varietas ubi jalar yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim, petani dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan. Namun, perlu diingat bahwa pilihan varietas juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti kebutuhan petani dan teknologi budidaya yang digunakan.
Citations:
[1] https://agri.kompas.com/read/2023/03/11/094300484/4-varietas-ubi-jalar-dan-karakteristiknya-apa-saja-
[2] http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/854
[3] https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/download/89/85
[4] https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/budidaya-ubijalar-71
[5] https://dkp2tph.tabalongkab.go.id/resep/ubi_jalar.pdf
Comments