Pola struktur organisasi UMKM yang sudah mapan dan berkembang cenderung sangat umum digunakan dan agar UMKM tersebut dapat bekerjasama dalam forum dan saling melengkapi untuk mencapai tujuannya, bahkan diperlukan.
Namun, UMKM yang masih merupakan usaha mikro atau baru memulai usahanya mungkin belum menerapkan pola struktur organisasi dalam usahanya dan mungkin masih beroperasi seperti biasa. Bagaimana dengan teman-teman wirausaha? Apakah Anda semua sudah menerapkan konsep dan pola struktur organisasi UMKM?
Atau mungkin teman wirausaha Anda belum menyadari bahwa struktur organisasi memegang peranan penting dalam bisnis Anda? Atau masih belum paham apa itu struktur organisasi dan apa fungsinya?
Oleh karena itu, sebelum membahas tentang pentingnya, tujuan, fungsi, dan peran struktur organisasi bagi UMKM, mari kita menengok kebelakang dan melihat beberapa kasus yang biasa dialami oleh para pelaku UMKM yang sedang berada dalam permasalahan nyata. Pekerjaan mereka Masalah ini muncul karena kurangnya pengetahuan dasar tentang manajemen bisnis dan kurangnya kekompakan dalam tim perusahaan.
Beberapa contoh yang berhasil penulis kumpulkan dari berbagai sumber pemangku kepentingan UMKM adalah sebagai berikut.
Usaha UMKM dimiliki oleh perorangan atau keluarga (suami istri) dan modal usahanya juga milik swasta. Modal usaha juga milik perorangan atau keluarga. Pekerja yang dipekerjakan biasanya berasal dari keluarga sendiri atau tetangga yang tidak mempunyai hubungan tetap atau tetap. Proses produksi serta kegiatan pembelian dan penjualan akan tetap dilakukan secara mandiri dan mandiri. Pembelian sumber daya manajemen dan bahan baku juga dilakukan secara internal. Kami juga secara mandiri memasarkan hasil produksinya. Catatan keuangan dan arus kas yang bersih tidak dipelihara. Persediaan baik bahan mentah maupun barang jadi tidak dicatat. Belum ada pembagian tanggung jawab yang jelas antar individu pegawai di UMKM, masih campur aduk dan masih menunggu perintah dari pimpinan atau pemilik UMKM. Di banyak pekerjaan, konflik antar karyawan bisa saja terjadi. Anda berisiko mengalami miskomunikasi dengan pelanggan atau pembeli karena Anda tidak dapat memenuhi pesanan tepat waktu. Itulah 11 kasus yang sering dialami oleh teman-teman saya yang bekerja di usaha kecil menengah yang menjadi penyebab usaha kecil menengah tidak dapat berkembang dengan sukses dan menjadi akar permasalahannya. Bahkan bisa dibilang jumlah yang Anda peroleh hanyalah jumlah yang Anda butuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Tahukah Anda bahwa UMKM sebenarnya merupakan fondasi yang kuat dalam membangun kekuatan ekonomi global?Banyak usaha kecil dan menengah yang dapat memperluas operasinya secara signifikan dan beroperasi secara internasional dengan mengekspor produk olahan.
Kunci sukses UMKM bukanlah modal yang besar, melainkan kekompakan tim dalam bisnis UMKM dalam suatu sistem manajemen atau struktur organisasi yang memungkinkan UMKM maju bersama. Metode? Mari kita jelaskan langkah demi langkah bagaimana UMKM Indonesia dapat membangun struktur organisasi UMKM yang berhasil menjadi UMKM yang baik, UMKM ekspor, dan menaikkan peringkat UMKM.
Memahami struktur organisasi usaha kecil dan menengah
Struktur organisasi UMKM merupakan suatu garis hierarki atau bertingkat yang menggambarkan kedudukan dan fungsi setiap komponen dalam suatu unit usaha UMKM. Katakanlah teman Anda menjalankan UMKM mikro bernama 'Industri Keripik Singkong Mikro' dan dia memiliki 5 karyawan yang mendukung perusahaan tersebut. Selanjutnya, teman Anda harus menugaskan setiap karyawan jabatan dan tugas berdasarkan bakat dan bidang keahlian mereka.
Teman-teman juga perlu membedakan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan bisnis. Misalnya saja yang terpenting adalah posisi pembelian (pembelian barang) yang bisa dipadukan dengan pencatatan stok barang baik yang masuk maupun keluar. Bagi perusahaan yang masih sangat kecil, peran ini dapat diemban oleh satu orang karyawan.
Anda kemudian dapat menugaskan karyawan lain untuk posisi penjualan dan pemasaran. Bagian pemasaran tidak hanya menjual produk, tetapi juga mencatat sejarah produk yang dijual. Hal ini memungkinkan bagian pemasaran bekerja sama dengan bagian gudang tentunya untuk selalu mengetahui stok produk apa saja yang siap dijual.
Hal ini memungkinkan Anda untuk menugaskan tugas tertentu kepada tiga orang lainnya yang bertanggung jawab atas area produksi. Di bidang ini, kami tidak hanya memproduksi, tetapi juga meningkatkan kualitas produksi, standar kualitas, cita rasa produk, dan terus beradaptasi dengan gaya dan kebutuhan pasar.
Membuat dan memisahkan tugas dan tanggung jawab untuk setiap posisi memudahkan pengelolaan bisnis Anda dan memudahkan pengaturan pekerjaan saat permintaan tinggi atau pekerjaan menumpuk.
Jika ingin menambah jumlah pegawai, maka konflik di tempat kerja tidak akan terjadi karena pegawai bekerja sesuai dengan jabatannya dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Ciri-ciri struktur organisasi UMKM
Setelah dipisahkan kedudukan, kedudukan, fungsi dan tanggung jawab masing-masing pegawai, tentunya Anda sebagai pemilik UMKM tentu akan merasakan secara langsung dampak dan manfaatnya, dan juga akan memberikan manfaat yang besar bagi para pegawai itu sendiri dalam segala aspeknya, dan akan menguntungkan. Juga untuk mencapai tujuan kerja. Tujuan dibentuknya struktur organisasi UMKM
Tujuan didirikannya suatu organisasi sangatlah penting. Dengan kata lain, fungsi dasar pengelolaan UMKM adalah menjalankan visi dan misi bersama, mencapai tujuan dan sasaran dengan strategi yang jelas dan disepakati bersama, serta dijalankan sesuai posisi dan peran masing-masing orang. komponen.
Ciri-ciri dan keunggulan struktur organisasi UMKM dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Pengelolaan usaha bagi UMKM lebih mudah
Struktur organisasi UMKM memudahkan teman-teman dalam mengelola usahanya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Mengapa? Karena setiap pegawai sudah mengetahui kedudukan dan ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya, maka teman tidak perlu memberikan instruksi yang sama kepada seluruh pegawai dan tidak perlu memberikan tugas setiap hari.
2. Meningkatkan komunikasi
Yang sering terjadi di UMKM, seperti Kasus No. 11 dan 12 di atas, mudah timbul konflik dan kesalahpahaman antar karyawan saat melakukan berbagai pekerjaan secara bersama-sama. Akibatnya, mereka mungkin merasa iri satu sama lain atau menunggu satu sama lain, sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
Dengan adanya pembagian jabatan dan tugas setiap pegawai, maka pelaksanaan setiap tugas menjadi lebih mudah, dan komunikasi antar pegawai maupun antar pegawai menjadi lebih baik. 3. Meningkatkan efisiensi operasional
Struktur organisasi dan pembagian kerja yang jelas juga meningkatkan efisiensi operasional, karena seluruh karyawan dapat segera menyelesaikan pekerjaannya tanpa menunggu perintah. Ini berarti Anda dapat menyelesaikan pekerjaan Anda lebih cepat dan dengan interaksi minimal.
4. Mengurangi konflik antar karyawan
Permasalahan seperti huruf b di atas tentunya dapat diminimalisir, sehingga setiap pegawai dapat menjalankan pekerjaannya sesuai tanggung jawabnya masing-masing tanpa menimbulkan ketidaknyamanan atau ketidaknyamanan bagi pegawai lainnya, serta meningkatkan komunikasi antar pegawai, sehingga benturan yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. 5. Meningkatkan kinerja pegawai
Ketika karyawan bertanggung jawab penuh dalam menjalankan tugasnya masing-masing secara efisien dan efektif, maka kinerjanya pasti akan meningkat, dan kualitas hasil produksi dan penjualan juga akan meningkat. Peran dan struktur organisasi usaha mikro, kecil dan menengah
Apa saja peran dan struktur organisasi yang dimiliki UMKM? Berikut pembahasan singkat mengenai peran dan struktur organisasi UMKM yang dapat berdampak terhadap kinerja dan peningkatan kualitas bisnis UMKM secara keseluruhan.
Peran dan struktur organisasi UMKM adalah sebagai berikut:
1. Memperjelas rantai komando dan garis hubungan saat melakukan pekerjaan
Struktur organisasi memberi setiap orang dalam tim rantai komando fungsional dan pelaporan kerja yang jelas. Hal ini memberikan setiap orang pemahaman yang jelas tentang siapa yang perlu mereka tanyakan atau informasikan tentang hasil pekerjaan mereka. Demikian pula seseorang yang menduduki jabatan tertentu dapat merasa nyaman dalam memberikan komando dan perintah kepada bawahannya.
2. Memperjelas kedudukan dan kedudukan masing-masing pegawai di UMKM
Karena struktur organisasinya, kedudukan dan kedudukan setiap pegawai di lingkungan UMKM sangat jelas. Siapa saja karyawannya, siapa yang menjadi supervisor, gudang, pembelian, pemasaran, manajer, dll?Tentu saja, untuk menghindari kebingungan bagi para pekerja ketika bahan baku habis, maka bagian pembelian harus menanyakan bahan baku kepada bagian pembelian. sesaat sebelum kehabisan, mudah untuk meminta persiapan produksi.
3. Klarifikasi tanggung jawab masing-masing penanggung jawab
Masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab yang lebih jelas, sehingga tidak bisa saling menyalahkan jika terjadi kesalahan atau kegagalan produksi. Masing-masing dari mereka sudah mengetahui ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya. 4. Memberikan uraian mengenai satuan kerja dan ruang lingkup pekerjaan pada setiap jabatan atau jabatan.
Setiap orang dalam jabatan tertentu harus menyusun uraian unit kerja dan ruang lingkup serta standar operasional bisnis/SOP untuk memberikan acuan dan aturan kerja yang jelas bagi seluruh karyawan di wilayah kerja. Ini membantu meminimalkan duplikasi antar karyawan.
Bagaimana cara membangun struktur organisasi UMKM yang efektif? Untuk membangun struktur organisasi yang efektif, kita perlu memahami terlebih dahulu konsep visi dan misi perusahaan UMKM, tujuan, konsep jabatan, dan konsep tanggung jawab setiap jabatan. , dan konsep-konsep yang berkaitan dengan konsep produksi dan produksi secara keseluruhan. Harapan Anda agar semua hal tersebut dapat menjadi kenyataan. Dengan cara ini, Anda dapat memperkenalkan konsep ini kepada seluruh karyawan Anda dan meminta mereka untuk aktif bertanya, memberikan saran, dan memberikan masukan terhadap konsep yang Anda ajarkan.
Comments