Salah satu kegiatan penting dalam pengembangan produk usaha adalah riset pasar. Riset pasar membantu sahabat UKM untuk mampu mengidentifikasi produk seperti apa yang kemudian dibutuhkan oleh target konsumen. Riset pasar juga dapat digunakan sebagai masukan untuk mencari informasi mengenai potensi bisnis yang akan dihadapi ke depan.
Sekilas, riset pakar mungkin terlihat sebuah suatu hal yang sangat kompleks. Meskipun begitu, riset pasar sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Sahabat UKM dapat memanfaatkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk membantu pelaksanaan riset pasar dengan lebih efisien.
Mengenal sekilas apa itu riset pasar
Riset pasar adalah sebuah kegiatan penelitian sederhana yang dilakukan oleh seorang pelaku usaha untuk mendapat informasi mengenai suatu target pasar. Sederhananya, riset pasar mencoba mencari lebih banyak data tentang kondisi industri, pesaing, dan konsumen produk di pasar. Kemudian, data yang diperoleh akan diekstraksi dan diproses untuk memperoleh informasi yang diperlukan bagi bisnis.
Saat melakukan riset pasar, langkah terpenting adalah pengumpulan data. Data yang baik akan memberikan informasi yang akurat dan berguna bagi bisnis. Di sisi lain, data yang berkualitas buruk dapat memberikan informasi yang tidak hanya tidak berguna, namun juga dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang tidak tepat. Hal ini dapat menimbulkan kerugian. Mendapatkan data yang baik juga seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Memang banyak aspek yang perlu dicakup saat mengumpulkan data.
Menarik untuk dicatat bahwa riset pasar sebagai salah satu bentuk riset di bidang sektor sosial sangat bergantung pada sumber daya manusia. Seluruh aspek riset pasar adalah milik sumber daya manusia, mulai dari peneliti, pelaksana penelitian, hingga subjek penelitian. Sebagian besar biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan riset pasar juga berasal dari sumber daya manusia. Dengan kata lain, apabila Sahabat UKM dapat mengelola sumber daya manusia dengan baik untuk melakukan riset pasar, maka Sahabat UKM dapat melakukan riset pasar dengan biaya yang relatif murah.
Peranan sumber daya manusia dalam pendataan
Terkait dengan Kegiatan Riset Pasar Kegiatan pengumpulan data sendiri merupakan kegiatan yang melibatkan sumber daya manusia yang relatif besar. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu pengumpulan data sekunder dan pengumpulan data primer.
Pada pengumpulan data sekunder, sahabat UKM tidak memerlukan terlalu banyak sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan pada pengumpulan data sekunder, sahabat UKM tidak perlu mencari data langsung dari sumbernya. Kegiatan ini hanya memerlukan sebuah studi literatur dimana sahabat UKM mencoba mencari sebuah referensi mengenai target pasar yang diinginkan. Secara sederhana, sahabat UKM bisa melakukan kegiatan ini sendiri.
Meskipun begitu, riset data dengan data sekunder memerlukan beberapa kehati-hatian dan kemampuan analisa mendasar dari sahabat UKM sendiri. Sahabat UKM harus mampu untuk mencari literatur yang baik melalui berbagai media yang tersedia. Setelah melakukan pengumpulan data tersebut, sahabat UKM juga harus mampu menyusun kerangka dari data tersebut menjadi sebuah informasi yang bermanfaat bagi bisnis.
Berbeda dengan data sekunder, sahabat UKM akan berinteraksi secara langsung dengan sumber data untuk mendapatkan data tersebut pada pengumpulan data primer. Kegiatan ini akan melibatkan sumber daya manusia relatif cukup banyak. Seperti yang disebutkan sebelumnya, metode pengambilan data ini akan melibatkan banyak sumber daya manusia, mulai dari pelaksana kegiatan, pengolah data hingga objek dari survei sendiri.
Pelaksana kegiatan pada pengumpulan data primer harus memiliki pemahaman mengenai teknik survei. Teknik survei ini mencakup pengambilan sampel dan bagaimana membuat kuesioner yang baik. Pengambilan sampel harus dilakukan dengan mempertimbangkan sebaran konsumen sehingga sahabat UKM bisa mendapatkan gambaran menyeluruh dari populasi di pasar yang ada. Jika UKM tidak memperhatikan, hasil riset pasar bisa jadi tidak maksimal dan hanya menarik kelompok tertentu. Misalnya saja kawan-kawan UKM yang hanya punya wawasan pola konsumsi masyarakat atas dan tidak punya wawasan masyarakat menengah ke bawah. Hal ini dikarenakan survei yang dilakukan hanya dilakukan oleh kelompok ini saja.
Selain mempertimbangkan teknik survei, penanggung jawab pelaksanaan kegiatan juga harus mempunyai kemampuan menyusun kuesioner yang baik. Kuesioner yang baik dapat ditunjukkan dari bagaimana responden menyikapi survei yang dilakukan. Jika Sahabat UKM melihat adanya tren pada hasil survei, berarti kuesioner telah dipersiapkan dengan matang. Pelaksana juga harus dapat memastikan apakah kuesioner tersebut dapat dipahami atau tidak. Hal ini untuk membantu responden menjawab pertanyaan dengan tepat dan akurat.
Setelah data terkumpul, Sahabat UKM perlu mengolahnya. Sumber daya yang melakukan pengolahan data ini setidaknya harus memiliki statistik tingkat dasar untuk dapat mengubah data menjadi informasi. Standar kemampuan yang dibutuhkan adalah mengolah melalui Microsoft Excel dan juga menyajikan data.
Sumber daya manusia lain yang tak kalah penting adalah konsumen yang juga menjadi responden. Sahabat UKM hendaknya memastikan bahwa konsumen sasaran dalam survei terdorong untuk mengisi kuesioner yang dibuat. Dalam beberapa kasus, manajer survei harus menawarkan hadiah kecil untuk mendorong responden mengisi kuesioner.
Wawancara: riset pasar pasar sederhana dan murah
br>Berdasarkan metode di atas , riset pasar tampaknya bukan tugas yang mudah untuk dilakukan. Setiap metode memerlukan pengetahuan yang cukup khusus. Dalam melakukan penelitian dengan data sekunder, mahasiswa UKM harus mempunyai kemampuan analisis yang baik. Sedangkan untuk penelitian yang menggunakan data primer, biaya dan kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan relatif besar.
Yang menarik, Sahabat UKM sebenarnya memiliki pasar terpilih, pilihlah penelitian yang relatif lebih murah dan terjangkau, khususnya melalui wawancara atau wawancara. Data yang dihasilkan dari metode ini merupakan data primer dimana Sahabat UKM memperoleh informasi langsung dari sumbernya.
Dalam melakukan wawancara ini Sahabat UKM tidak menjadikan konsumen sebagai subjeknya. wawancara namun langsung dengan pakar yang memahami pola konsumsi saat ini di pasar sasaran. Sahabat UKM dapat meminta waktu untuk ngobrol dengan pakar di pelatihan gratis atau kegiatan lainnya. Penting juga untuk diketahui bahwa Sahabat UKM hendaknya mewawancarai banyak orang, tidak hanya satu orang saja. Hal ini sangat berguna dalam memperluas pandangan objektif para ahli dan bukan sekedar pandangan subjektif sebagian orang.
Saat melakukan wawancara, Sahabat UKM terlebih dahulu dapat mempersiapkan diri untuk diberikan kuesioner. Sahabat UKM dapat meminta nasihat ahli mengenai industri yang akan ditemuinya. Teman-teman juga bisa request review produk. Dalam diskusi, Sahabat UKM hendaknya memastikan bahwa setiap poin yang dibicarakan tercatat.
Setelah mewawancarai beberapa ahli, Sahabat UKM mampu melakukan analisis. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan semua data yang diterima dari para ahli yang berbeda dan kemudian menemukan jawaban mayoritas untuk setiap pertanyaan. Dengan begitu, Sahabat UKM dapat memperoleh hasil analisis pasar yang relatif baik.
Ternyata Sahabat UKM dapat melakukan riset pasar dengan biaya yang sederhana dan murah. Tunggu apalagi, manfaatkan riset pasar untuk mendorong inovasi bisnis sahabat UKM.
Jika dirasa artikel ini bermanfaat, silahkan bantu share ke teman-teman anda. . Jangan lupa like, share dan komentari artikel Sahabat Pengusaha ini.

Comments