Berkumpul Bersama dalam Haul Mbah Mutamakin Kajen, Margoyoso, Pati: Merayakan Kebudayaan dan Kemanusiaan
Pati-Berkumpul Bersama dalam Haul Mbah Mutamakin Kajen, Margoyoso, Pati: Merayakan Kebudayaan dan Kemanusiaan- Haul Mbah Mutamakin Kajen, yang berlokasi di Margoyoso, Pati, adalah perayaan tahunan yang penuh makna bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.
![]() |
| Sumber Dokumentasi: marcingband saat haul 2023 |
Acara ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah perayaan kebudayaan yang memadukan elemen-elemen spiritual dengan keberagaman seni dan budaya. Haul Mbah Mutamakin Kajen telah menjadi momen yang dinantikan setiap tahun oleh ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat. Acara ini menawarkan serangkaian rangkaian kegiatan yang beragam, termasuk event UMKM, khataman Quran, manaqib, burdah, buka selambu, dan kirab budaya.
1. Khataman Quran dan Manaqib
Salah satu bagian utama dari Haul Mbah Mutamakin adalah khataman Quran dan manaqib. Ini adalah momen keagamaan di mana para peserta berkumpul untuk membaca Quran dan mengingat sejarah hidup Mbah Mutamakin, seorang tokoh spiritual yang sangat dihormati. Khataman Quran adalah wujud penghormatan terhadap kitab suci Islam, sementara manaqib adalah puji-pujian yang dinyanyikan untuk memuji keutamaan Mbah Mutamakin. Selama acara ini, suasana hati para peserta dipenuhi oleh ketenangan dan rasa spiritualitas yang mendalam.
2. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)
Selama Haul Mbah Mutamakin, kawasan sekitar menjadi tempat bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk unik dan tradisional. Ini adalah kesempatan bagi pedagang lokal untuk memperluas jangkauan bisnis mereka dan memperkenalkan produk-produk khas daerah kepada pengunjung yang datang dari berbagai tempat. Pengunjung dapat menemukan berbagai macam barang, seperti kerajinan tangan, pakaian tradisional, makanan khas, dan banyak lagi. Dengan mendukung UMKM lokal, acara ini turut memajukan perekonomian daerah.
3. Burdah dan Buka Selambu
Malam di Haul Mbah Mutamakin sering diisi dengan pembacaan Burdah dan buka selambu. Burdah adalah puisi pujian terhadap Nabi Muhammad, sementara buka selambu adalah bentuk perayaan berbagi makanan bersama. Ini adalah momen di mana masyarakat berkumpul, berdoa bersama, dan menikmati hidangan bersama-sama. Selambu, yang merupakan hidangan tradisional, sering menjadi hidangan utama yang dibagikan kepada semua peserta, menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara mereka.
4. Kirab Budaya
Kirab budaya adalah salah satu momen paling mencolok selama Haul Mbah Mutamakin. Dalam kirab ini, berbagai kesenian dan budaya tradisional ditampilkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Ada tarian, musik, dan berbagai atraksi budaya lainnya. Hal ini tidak hanya menghibur pengunjung, tetapi juga mempromosikan warisan budaya yang kaya dari daerah tersebut. Kirab budaya adalah wujud nyata dari rasa kebanggaan dan identitas budaya masyarakat setempat.
Haul Mbah Mutamakin adalah contoh sempurna bagaimana keagamaan, budaya, dan kemanusiaan bisa bersatu dalam sebuah perayaan yang indah. Melalui acara ini, masyarakat dapat mengenang sejarah spiritual Mbah Mutamakin, mendukung ekonomi lokal, dan merayakan warisan budaya mereka. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan keagamaan, tetapi juga sebuah perayaan yang mengikatkan masyarakat setempat secara lebih erat, memperkaya budaya, dan memupuk rasa persatuan.

Comments